3+ Bunga Deposito Mandiri Per Bulan Dan 100 Juta

2 min read

Bunga Deposito Mandiri

Dalam mendepositokan uang di Bank Mandiri, nasabah akan mendapatkan keuntungan tambahan berupa bunga deposito Mandiri. Bunga deposito merupakan produk investasi yang aman karena sudah dijamin oleh LPS.

Oleh karena itu, bunga deposito menawarkan bunga yang lebih besar dari bunga tabungan.

Sebelum membuka deposito, ada baiknya nasabah mengetahui besaran bunga deposito per bulannya sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, perlu diketahui bahwa bunga deposito tidak bisa dicairkan sebelum jangka waktu atau tenornya berakhir.

Untuk informasi lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini.

Baca Juga : Kartu ATM Mandiri Tidak Bisa Digunakan & Cara Mengatasi

Bunga Deposito Mandiri

Bunga Deposito Mandiri

Deposito Mandiri memiliki 2 jenis deposito, yaitu deposito rupiah dan deposito valas.

Kedua jenis deposito tersebut memiliki bunga deposito yang dibagi menjadi dua jenis,

yaitu dibayar bulanan dan jatuh tempo atau dibayar di muka.

1. Deposito Rupiah

Bunga Deposito Rupiah dibedakan berdasarkan tenornya, yaitu 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan.

Adapun rincian dibayar bulanan dan jatuh temponya sebagai berikut:

  • Tenor 1 bulan: 2.25%
  • Tenor 3 bulan: 2.25%
  • Tenor 6 bulan: 2.50%
  • Tenor 12 bulan: 2.50%
  • Tenor 24 bulan: 2.50%

Sedangkan untuk rincian bunga deposito yang dibayar di muka: 

  • Tenor 1 bulan: 2.24%
  • Tenor 3 bulan: 2.23%
  • Tenor 6 bulan: 2.46%
  • Tenor 12 bulan: 2.43%
  • Tenor 24 bulan: 2.37%

Kedua jenis tersebut berlaku pada nominal uang mulai dari kurang dari Rp100 juta sampai lebih dari sama dengan Rp5 miliar.

2. Deposito Valas

Bank Mandiri menawarkan solusi bagi nasabah yang ingin menggunakan mata uang asing sebagai bentuk simpanannya.

Bunga deposito Valas ini tidak jauh beda dengan Deposito Rupiah, yaitu dibayar bulanan dan jatuh tempo atau dibayar di muka.

Bunga deposito Mandiri dibayar bulanan dan jatuh tempo untuk Deposito Valas dapat dilihat pada rincian berikut ini:

  • Tenor 1 bulan: 0,20%
  • Tenor 3 bulan: 0,20%
  • Tenor 6 bulan: 0,20%
  • Tenor 12 bulan: 0,20%
  • Tenor 24 bulan: 0,20%

Baca Juga : Buka Rekening Mandiri: Syarat dan Saldo Awal

Untuk pembayaran bunga deposito Mandiri di muka untuk Deposito Valas mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Tenor 1 bulan: 0,15%
  • Tenor 3 bulan: 0,14%
  • Tenor 6 bulan: 0,14%
  • Tenor 12 bulan: 0,13%
  • Tenor 24 bulan: 0,12%

Ketentuan nominal yang dapat didepositokan pada 2 jenis pembayaran bunga di Deposito Valas yaitu mulai dari kurang dari USD 100 ribu hingga lebih dari USD10 juta.

Tentunya, besaran bunga ditentukan dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Apabila suku bunga naik, bunga deposito juga akan ikut naik.

Cara Menghitung Bunga Deposito Mandiri

Bunga Deposito Mandiri

Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuka deposito, ada baiknya calon nasabah memperhatikan rincian bunganya terlebih  dahulu dan bisa menghitung bunga deposito.

Karena bunga deposito hanya dapat diambil ketika sudah jatuh temponya, yaitu antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan, dan 24 bulan.

Semakin lama jangka waktunya, semakin banyak pula bunga yang akan didapat.

Untuk calon nasabah yang ingin bisa menghitung bunga deposito dapat mengikuti langkah berikut ini.

1. Menghitung keuntungan bunga deposito

Rumus: (Suku Bunga Deposito x Nominal Uang Yang Ditanamkan x Jumlah Hari Menyimpan Uang) : 365.

Misalnya, seorang nasabah Bank Mandiri menyimpan uang Rp50 juta untuk jangka waktu atau tenor 6 bulan dan bunga deposito sebesar 5%.

Maka: 5% x Rp50 juta x 183 : 365 = Rp1.250.000. Jadi nasabah akan mendapatkan bunga deposito Mandiri sebesar nominal tersebut. Namun, bila dipotong pajak akan sebesar Rp1 juta.

Jadi, nasabah akan mendapatkan dana bersih setelah tenor berakhir, yaitu sebesar Rp 51 juta.

Untuk menghitung pajak deposito, Anda dapat menggunakan rumus menghitung pajak deposito di bawah ini.

Baca Juga : Cara Ganti Kartu ATM Mandiri, Syarat dan Biaya

2. Menghitung Pajak Deposito

Rumus: Tarif Pajak x Bunga Deposito

Misalnya, 20% x Rp1.250.000,- = Rp250.000,-

Setelah mengetahui nominal bunga deposito dan pajaknya, selanjutnya menghitung bunga deposito untuk total pengembalian deposito.

3. Menghitung pengembalian deposito

Rumus: Nominal Investasi + (Keuntungan Bunga Deposito – Pajak Deposito)

Misalnya, Rp50.000.000 + (Rp 1.250.000,- – Rp250.000,-) = Rp 51.000.000,-

Jadi, total dana bersih dari bunga deposito yang akan nasabah terima jika jangka waktu atau tenor sudah berakhir yakni sebesar 

Jadi total pengembalian deposito yang akan diterima setelah jangka waktu berakhir sebesar Rp51.000.000,-. Angka tersebut sudah dipotong pajak dan termasuk bunga deposito.

Bunga Deposito Mandiri 100 juta

Nah, sebagai contoh lain, mari kita hitung bunga deposito yang akan diterima apabila mendepositokan uang sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu 12 bulan, dan bunga depositonya yaitu 2,50%.

Jadi, 2,50% x Rp100 juta x 365 : 365 = Rp2.500.000,-

Hasil di atas merupakan bunga sebelum dikenakan pajak.

Menghitung pajak: 20% x Rp2.500.000 = Rp500.000,-

Setelah mengetahui pajaknya, mari kita hitung pengembalian depositonya.

Rp100 juta – (Rp2.500.000,- – Rp500.000,-) = Rp102 juta.

Jadi dana setelah tenor berakhir untuk deposito sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu 12 bulan dan bunga 2,50%, yaitu sebesar Rp 102 juta.

Baca Juga : Limit Transfer Mandiri: Via Online, Bank lain dan Gold

Itu dia informasi mengenai bunga deposito Mandiri mulai dari besaran bunga deposito Mandiri per bulan,

cara menghitung bunga deposito Mandiri, dan bunga deposito sebesar Rp100 juta. Semoga dapat menambah informasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.